Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Ngentot Terbaru – Cerita Sedarah – Cerita Sex Abg - Cerita panas perselingkuhan suami dengan kakak ipar yang cantik dan religius dengan judul “ Kuberi Kakak Ipar ku Kepuasan ” yang tidak kalah serunya dan dijamin dapat meningkatkan libido seks, selamat menikmati.
Cerita Sex ABG - Satu hari rumahku kehadiran tamu dari Padang. Uni Tati kakak tertua istriku. Dia datang ke Jakarta karna pekerjaan kantor turut seminar di kantor pusat satu bank pemerintah. Uni yaitu kepala cabang di Padang, Uni bermalam di rumah kami. Daripada bermalam di hotel, mendingan juga uang hotel disimpan buat beli oleh-oleh.
Sepanjang satu minggu dia tinggal dirumahku. Dari istriku kutau bila Uni Tati berumur 40 th.. Suaminya telah wafat 2 th. lantas karna kecelakaan. Orangnya cantik, putih, tinggi semampai. Lebih persisnya kubilang anggun karna orangnya relatif diam serta begitu religius.
Sepanjang di Jakarta, tiap-tiap ada peluang saya serta istriku mengajak Uni berjalan-jalan, maklum ini kunjungan pertamanya ke Jakarta, umumnya ke mal karna saatnya sempit. Kami telah merencanakan cocok hari Sabtu juga akan berjalan-jalan ke Taman Safari
Tiba hari Sabtu, istriku nyatanya miliki pekerjaan mendadak dari kantor yakni mesti mengawasi pameran di Mangga Dua. Tidak berhasil deh gagasan berjalan-jalan ke Taman Safari. Istriku menyarankan supaya saya tetaplah mengantar Uni berjalan-jalan umpamanya ke Ancol saja serta pulangnya dapat jemput istriku di Mangga Dua. Sebenarnya saya agak males jika tidak ada istriku. Saya terasa risih mesti jalan berdua Uni karna orangnya pendiam. Akupun mengira Uni tentu tidak mau. Tapi tanpa ada dinyata nyatanya Uni menyepakati saran istriku.
Pagi-pagi banget istriku telah pergi naik KRL dari stasiun Pondok Ranji. Rumahku yang didaerah Bintaro cukup jauh dari Mangga Dua serta Ancol. Sesaat menanti Uni yang sekali lagi berjalan-jalan pagi saya sendirian di rumah menyeruput kopi serta merokok. Kami merencanakan jalan jam 10 pagi.
Setelah ngopi serta merokok, saya kembali tidur-tiduran di kamarku menanti jam. Fikiranku melayang-layang memikirkan kakak istriku ini. Uni Tati begitu menarik perhatianku dengan sexual. Saya ditantang mengalahkan wanita baik-baik, saya ditantang mengalahkan Uni. Mumpung ada peluang. Basic setan senantiasa mencari peluang menggoda.
Kuatur jebakan untuk memancing Uni. Saya cepat-cepat mandi membersihkan tubuh serta keramas. Dengan berlilit handuk saya menanti kepulangan Uni dari berolahraga paginya. Sekitaran 10 menit saya menanti di balik horden serta kulihat Uni masuk pagar depan dengan pintu besi yang agak berderit.
Berniat pintu tempat tinggal saya tutup tapi dilewatkan tidak terkunci. Saya berlalu menuju kamarku serta selekasnya menempatkan jebakan untuk mengagetkan Uni. Saya masuk kamarku serta selekasnya bertelanjang bulat. Pintu kamar kubuka lebar-lebar, jendela kamar juga kubuka agar isi kamar memperoleh penerangan terang.
Kudengar pintu depan berbunyi seperti ditutup. Akupun mulai beraksi. Dengan bertelanjang bulat saya menanti Uni melalui kamarku dengan keinginan dia lihat badan serta juniorku yang sejak dari barusan berdiri tegak memikirkan petualangan ini.
Handuk kututupkan ke kepala seakan-akan tengah mengeringkan rambut yang basah setelah keramas. Saya berpura-pura tidak lihat serta tidak mengerti hadirnya Uni. Dari balik handuk yang kusibak sedikit, kulihat sepasang sepatu kets melintas kamarku. Saya percaya Uni tentu lihat badanku yang polos dengan junior yang tegak berdiri.
Nafsuku makin menggeliat saat kuamati dari balik handuk sepasang sepatu yang semula nyaris melalui kamarku saat ini seperti terpaku berhenti dimuka kamar tanpa ada beranjak. Saya makin aktif menggosoki rambutku serta berpura-pura tidak tau jika ada orang. Sebagian detik saya melakukan perbuatan demikian serta saya berencana sensasi tersebut.
Dengan mendadak kuturunkan handuk serta menengok ke arah pintu kamar. Saya pura-pura kaget mengerti ada orang. “E.. eee…maaf Uni, saya sangka tidak ada orang, ” kataku seraya mendekati pintu seakan-akan menginginkan tutup pintu. Saya tidak berupaya tutup kemaluanku yang menantang. Jadi kubiarkan Uni terdiam memandangi badanku yang polos mendekat kearahnya.
Dengan tenangnya seakan saya kenakan pakaian komplit kudekati Uni serta lagi memohon maaf.
“Maaf ya Uni, saya punya kebiasaan begini. Saya tidak sadar bila ada tamu di rumah ini, ” kataku sembari berdiri dimuka pintu ingin tutup daun pintu.
Mendadak seperti tersadar Uni bergegas meninggalkanku sembari berkata “i…i…iya, tidak apa-apa….. ”. Dia segera masuk ke kamar belakang yang ditujukan padanya sepanjang tingal dirumahku. Saya lalu menggunakan celana pendek tanpa ada CD serta kenakan kaos oblong lalu mengetok pintu kamar Uni.
“Ada apa Andy, ” tutur Uni sesudah buka pintu. Kulihat dia tidak berani menatapku. Mungkin saja malu. Membaca kondisi sesuai sama itu, saya tidak menyiakan peluang. “Uni, maafkan Andy ya…aku lupa bila ada tamu di rumah ini, ” kataku merangkai percakapan agar nyambung.
“Nggap apa-apa, hanya Uni malu hati, benar-benar Uni malu lihat anda telanjang barusan, ” balasnya tanpa ada ingin memandang saya. “Kenapa harus malu? Kan tidak berniat, apa sekali lagi Uni kan telah sempat menikah jadi telah umum lihat yang tegak-tegak sesuai sama itu, ” kataku memancing reaksinya.
“Sejujurnya Uni barusan kaget 1/2 mati lihat anda demikian. Yang Uni malu, tanpa ada sadar Uni terpaku dimuka kamarmu. Jujur saja Uni telah lama tidak lihat sesuai sama itu jadi Uni seperti terpana, ” tuturnya sembari lari ketempat tidurnya serta mulai sesenggukan. Saya jadi tidak tega. Kudekati Uni serta kuberanikan memegang pundaknya seraya menenangkannya.
“Sudahlah tidak usah malu, kan hanya kita berdua yang tau. ” Lihat reaksinya yang diam saja, saya mulai berani duduk disebelahnya serta merangkul pundaknya. Kuusap-usap rambutnya agak lama tanpa ada berkata apa-apa. Saat kurasa telah agak tenang kusarankan untuk mandi saja.
Pilinan jariku di payudaranya buat nafsunya naik. Saya tau dari desiran nafasnya yang mulai memburu. Saya heran dengan juga wanita ini, tetaplah diam tanpa ada perlawanan. Mungkin saja ini model wanita baik-baik. Bagusnya, semuanya apa yang kulakukan tak ada penolakan. Seperti dicocok hidungnya Uni menurut saja dengan apa yang kulakukan terhadapnya.
Perlahan-lahan kubuka kaosnya, kubuka celana panjang trainings pack-nya, kubuka Bh nya, kubuka CD-nya, Uni diam saja. Kubopong badannya ketempat tidur. Kubuka kaosku, kubuka celana pendekku…….. Uni masih tetap diam.
Lidahku mulai bermain disekujur badannya. Dari ujung kepala, turun ke telinga, ke bibir, ke leher…perlahan kusapu dadanya, payudaranya kulumat dengan gigitan kecil…turun sekali lagi kebawah, pusarnya kukorek dengan lidahku…. turun sekali lagi ke beberapa kumpulan rambut serta ke-2 pahanya kujilat-jilat selalu hingga keujung jempol kaki. Saya tidak terasa jijik karna badan Uni yang putih bersih begitu menghidupkan gairah.
Kukangkangkan kakinya, Uni masih tetap diam saja. Tapi kuamati matanya terpejam nikmati sentuhan setiap jengkal ditubuhnya. Baru saat kudaratkan sapuan lidahku di bibir vagina serta klitorisnya Uni mendadak berteriak, ” Ahhhhhhhh…….. ”
“Kenapa Uni…. Sakit?, ” tanyaku. Uni cuma menggeleng. Serta kegiatan jilat menjilat vagina itu kulanjutkan. Uni menggelinjang dahsyat serta mendadak dia meraung.. ”Andyyyyyyy… mari Andy…. janganlah siksa saya dengan nikmat…ayo Andy selesaikan…. Uni telah tidak tahan, ” tuturnya.
Saya tidak ingin terlalu lama. Tanpa ada banyak macam sekali lagi segera kunaiki ke-2 pahanya serta kutusukkan juniorku kelobang surganya yang telah basah kuyup. Dengan sekali sentak semuanya batangku yang panjang melesak dalam. Agak seret kurasakan, mungkin saja karna telah dua th. nganggur dari kegiatan. Kugenjot pantatku dengan irama tetaplah, keluar serta masuk. Uni makin menggelinjang.
Saya fikir tidak usah lama-lama bersensasi, selesaikan saja. Lain kali baru lama. Lihat reaksinya tandanya ingin orgasme, pergerakan pantatku makin cepat serta kencang. Uni meronta-ronta, menarik semua apa yang dapat ditariknya, bantal, seprei. Badanku tidak luput dari tarikannya. Semuanya dikerjakan dengan semakin banyak diam.
Serta mendadak badannya mengejang, “Ahhhhhhhhhhhhhhhh……., ” lolongan panjangnya mengisyaratkan dia menjangkau puncak. Saya percepat kocokanku di atas badannya. Mendadak saya didikejutkan dengan hentakan badannya disertai tangannya yang mendorong badanku. “Jangan keluarin di dalam …. saya sekali lagi subur, ” suaranya tersengal-sengal ditengah gelombang kesenangan yang belum juga mereda.
Kekagetanku hilang sesudah tau reaksinya. “Baik Uni cantik, Andy keluarin di luar ya, ” balasku sembari kembali memasukkan Junior ku yang pernah lepas dari vaginanya karna dorongan yang cukup keras. Kembali kupompa pinggulku. Saya rasa kesempatan ini Uni agak santai. Tapi tetaplah dengan diam tanpa ada banyak reaksi Uni terima enjotanku. Cuma berwajah yang terkadang meringis keenakan.
Serta sampailah waktunya, saat punyaku merasa mulai berkedut-kedut, cepat-cepat kucabut dari vagina Uni serta kugencet batang juniorku sembari menyemprotkan sperma. Kuhitung ada lima kali juniorku meludah. Sekujur badan Uni yang mulus ketumpahan spermaku. Bahkan juga wajahnyapun belepotan cairan putih kental. Serta saya terkulai lemas penuh kesenangan. Kulihat Uni bangkit ambil tisu serta mengusap tubuh dan mukanya.
“Andy…kamu telah memberi apa yang belum juga sempat Uni rasakan, ” kata wanita cantik itu sembari rebahan disampingku.
Dengan kesepakatan Uni, kami menelpon istriku menyampaikan kabar bila batal ke Ancol karna Uni tidak enak tubuh. Walau sebenarnya kami meneruskan skenario cinta yang menyesatkan. Kami masih tetap 3x sekali lagi lakukan persetubuhan. Dalam dua session tersebut begitu terlihat perubahan yang berlangsung sama Uni.
Jika permainan pertama dia banyak diam, permainan ke-2 mulai melawan, permainan ke-3 jadi menguasai, permainan ke-4 jadi buas…. buas…sangat buas. Saya pernah menggunakan kondom agar dapat dengan leluasa menumpahkan sperma waktu punyaku ada di dalam vaginanya.
“Kami sadar ini dosa, tapi dia juga nikmati apa yang belum juga sempat dia rasakan sepanjang bertemumi. Suaminya itu yaitu pilihan orangtua serta selisih 20 th. dengan Uni. Hingga wafat, Uni tidak sempat rasakan kesenangan sexual begini. Sebenarnya Uni masih tetap kepengen nikah sekali lagi tapi tidak sempat ketemu orang yang pas. Mungkin saja tempat Uni jadi kepala sisi buat banyak pria menjauh. ”
Uni mencium keningku lantas tertidur dengan nyenyak.
Kutuntun tangannya serta sekonyong-konyong setan mendorongku untuk memeluk waktu Uni telah berdiri didepanku. Lama kupeluk erat, Uni diam saja. Mukanya diselusupkan didadaku. Payudaranya yang masih tetap kencang terasanya melekat didadaku. Begitu merasa debar jantungnya. Perlahan-lahan tanganku kuselusupkan ke balik kaos sisi belakang bersamaan dengan ciumanku yang mendarat dibibirnya.
“Jangan Ndy…dosa, ” tuturnya sembari melepas diri dari pelukanku. Tetapi pelukanku tidak ingin melepas badan sintal yang tengah didekapnya. Serta usaha ke-2 Uni telah menyerah. Bibirnya dilewatkan kulumat walaupun masih tetap tanpa ada perlawanan. Kucoba sekali lagi menyelusupkan tangan di balik kaosnya, kesempatan ini sisi depan. Tangan kanan yang menggerayang segera pada sasaran…putting susu samping kiri. Uni menggeliat.
![]() |
| KuBeri Kakak Ipar Saya Sepuasnya |
Cerita Sex ABG - Satu hari rumahku kehadiran tamu dari Padang. Uni Tati kakak tertua istriku. Dia datang ke Jakarta karna pekerjaan kantor turut seminar di kantor pusat satu bank pemerintah. Uni yaitu kepala cabang di Padang, Uni bermalam di rumah kami. Daripada bermalam di hotel, mendingan juga uang hotel disimpan buat beli oleh-oleh.
Sepanjang satu minggu dia tinggal dirumahku. Dari istriku kutau bila Uni Tati berumur 40 th.. Suaminya telah wafat 2 th. lantas karna kecelakaan. Orangnya cantik, putih, tinggi semampai. Lebih persisnya kubilang anggun karna orangnya relatif diam serta begitu religius.
Sepanjang di Jakarta, tiap-tiap ada peluang saya serta istriku mengajak Uni berjalan-jalan, maklum ini kunjungan pertamanya ke Jakarta, umumnya ke mal karna saatnya sempit. Kami telah merencanakan cocok hari Sabtu juga akan berjalan-jalan ke Taman Safari
Tiba hari Sabtu, istriku nyatanya miliki pekerjaan mendadak dari kantor yakni mesti mengawasi pameran di Mangga Dua. Tidak berhasil deh gagasan berjalan-jalan ke Taman Safari. Istriku menyarankan supaya saya tetaplah mengantar Uni berjalan-jalan umpamanya ke Ancol saja serta pulangnya dapat jemput istriku di Mangga Dua. Sebenarnya saya agak males jika tidak ada istriku. Saya terasa risih mesti jalan berdua Uni karna orangnya pendiam. Akupun mengira Uni tentu tidak mau. Tapi tanpa ada dinyata nyatanya Uni menyepakati saran istriku.
Pagi-pagi banget istriku telah pergi naik KRL dari stasiun Pondok Ranji. Rumahku yang didaerah Bintaro cukup jauh dari Mangga Dua serta Ancol. Sesaat menanti Uni yang sekali lagi berjalan-jalan pagi saya sendirian di rumah menyeruput kopi serta merokok. Kami merencanakan jalan jam 10 pagi.
Setelah ngopi serta merokok, saya kembali tidur-tiduran di kamarku menanti jam. Fikiranku melayang-layang memikirkan kakak istriku ini. Uni Tati begitu menarik perhatianku dengan sexual. Saya ditantang mengalahkan wanita baik-baik, saya ditantang mengalahkan Uni. Mumpung ada peluang. Basic setan senantiasa mencari peluang menggoda.
Kuatur jebakan untuk memancing Uni. Saya cepat-cepat mandi membersihkan tubuh serta keramas. Dengan berlilit handuk saya menanti kepulangan Uni dari berolahraga paginya. Sekitaran 10 menit saya menanti di balik horden serta kulihat Uni masuk pagar depan dengan pintu besi yang agak berderit.
Berniat pintu tempat tinggal saya tutup tapi dilewatkan tidak terkunci. Saya berlalu menuju kamarku serta selekasnya menempatkan jebakan untuk mengagetkan Uni. Saya masuk kamarku serta selekasnya bertelanjang bulat. Pintu kamar kubuka lebar-lebar, jendela kamar juga kubuka agar isi kamar memperoleh penerangan terang.
Kudengar pintu depan berbunyi seperti ditutup. Akupun mulai beraksi. Dengan bertelanjang bulat saya menanti Uni melalui kamarku dengan keinginan dia lihat badan serta juniorku yang sejak dari barusan berdiri tegak memikirkan petualangan ini.
Handuk kututupkan ke kepala seakan-akan tengah mengeringkan rambut yang basah setelah keramas. Saya berpura-pura tidak lihat serta tidak mengerti hadirnya Uni. Dari balik handuk yang kusibak sedikit, kulihat sepasang sepatu kets melintas kamarku. Saya percaya Uni tentu lihat badanku yang polos dengan junior yang tegak berdiri.
Nafsuku makin menggeliat saat kuamati dari balik handuk sepasang sepatu yang semula nyaris melalui kamarku saat ini seperti terpaku berhenti dimuka kamar tanpa ada beranjak. Saya makin aktif menggosoki rambutku serta berpura-pura tidak tau jika ada orang. Sebagian detik saya melakukan perbuatan demikian serta saya berencana sensasi tersebut.
Dengan mendadak kuturunkan handuk serta menengok ke arah pintu kamar. Saya pura-pura kaget mengerti ada orang. “E.. eee…maaf Uni, saya sangka tidak ada orang, ” kataku seraya mendekati pintu seakan-akan menginginkan tutup pintu. Saya tidak berupaya tutup kemaluanku yang menantang. Jadi kubiarkan Uni terdiam memandangi badanku yang polos mendekat kearahnya.
Dengan tenangnya seakan saya kenakan pakaian komplit kudekati Uni serta lagi memohon maaf.
“Maaf ya Uni, saya punya kebiasaan begini. Saya tidak sadar bila ada tamu di rumah ini, ” kataku sembari berdiri dimuka pintu ingin tutup daun pintu.
Mendadak seperti tersadar Uni bergegas meninggalkanku sembari berkata “i…i…iya, tidak apa-apa….. ”. Dia segera masuk ke kamar belakang yang ditujukan padanya sepanjang tingal dirumahku. Saya lalu menggunakan celana pendek tanpa ada CD serta kenakan kaos oblong lalu mengetok pintu kamar Uni.
![]() |
| KuBeri Kakak Ipar Saya Sepuasnya |
“Ada apa Andy, ” tutur Uni sesudah buka pintu. Kulihat dia tidak berani menatapku. Mungkin saja malu. Membaca kondisi sesuai sama itu, saya tidak menyiakan peluang. “Uni, maafkan Andy ya…aku lupa bila ada tamu di rumah ini, ” kataku merangkai percakapan agar nyambung.
“Nggap apa-apa, hanya Uni malu hati, benar-benar Uni malu lihat anda telanjang barusan, ” balasnya tanpa ada ingin memandang saya. “Kenapa harus malu? Kan tidak berniat, apa sekali lagi Uni kan telah sempat menikah jadi telah umum lihat yang tegak-tegak sesuai sama itu, ” kataku memancing reaksinya.
“Sejujurnya Uni barusan kaget 1/2 mati lihat anda demikian. Yang Uni malu, tanpa ada sadar Uni terpaku dimuka kamarmu. Jujur saja Uni telah lama tidak lihat sesuai sama itu jadi Uni seperti terpana, ” tuturnya sembari lari ketempat tidurnya serta mulai sesenggukan. Saya jadi tidak tega. Kudekati Uni serta kuberanikan memegang pundaknya seraya menenangkannya.
“Sudahlah tidak usah malu, kan hanya kita berdua yang tau. ” Lihat reaksinya yang diam saja, saya mulai berani duduk disebelahnya serta merangkul pundaknya. Kuusap-usap rambutnya agak lama tanpa ada berkata apa-apa. Saat kurasa telah agak tenang kusarankan untuk mandi saja.
Pilinan jariku di payudaranya buat nafsunya naik. Saya tau dari desiran nafasnya yang mulai memburu. Saya heran dengan juga wanita ini, tetaplah diam tanpa ada perlawanan. Mungkin saja ini model wanita baik-baik. Bagusnya, semuanya apa yang kulakukan tak ada penolakan. Seperti dicocok hidungnya Uni menurut saja dengan apa yang kulakukan terhadapnya.
Perlahan-lahan kubuka kaosnya, kubuka celana panjang trainings pack-nya, kubuka Bh nya, kubuka CD-nya, Uni diam saja. Kubopong badannya ketempat tidur. Kubuka kaosku, kubuka celana pendekku…….. Uni masih tetap diam.
Lidahku mulai bermain disekujur badannya. Dari ujung kepala, turun ke telinga, ke bibir, ke leher…perlahan kusapu dadanya, payudaranya kulumat dengan gigitan kecil…turun sekali lagi kebawah, pusarnya kukorek dengan lidahku…. turun sekali lagi ke beberapa kumpulan rambut serta ke-2 pahanya kujilat-jilat selalu hingga keujung jempol kaki. Saya tidak terasa jijik karna badan Uni yang putih bersih begitu menghidupkan gairah.
Kukangkangkan kakinya, Uni masih tetap diam saja. Tapi kuamati matanya terpejam nikmati sentuhan setiap jengkal ditubuhnya. Baru saat kudaratkan sapuan lidahku di bibir vagina serta klitorisnya Uni mendadak berteriak, ” Ahhhhhhhh…….. ”
“Kenapa Uni…. Sakit?, ” tanyaku. Uni cuma menggeleng. Serta kegiatan jilat menjilat vagina itu kulanjutkan. Uni menggelinjang dahsyat serta mendadak dia meraung.. ”Andyyyyyyy… mari Andy…. janganlah siksa saya dengan nikmat…ayo Andy selesaikan…. Uni telah tidak tahan, ” tuturnya.
Saya tidak ingin terlalu lama. Tanpa ada banyak macam sekali lagi segera kunaiki ke-2 pahanya serta kutusukkan juniorku kelobang surganya yang telah basah kuyup. Dengan sekali sentak semuanya batangku yang panjang melesak dalam. Agak seret kurasakan, mungkin saja karna telah dua th. nganggur dari kegiatan. Kugenjot pantatku dengan irama tetaplah, keluar serta masuk. Uni makin menggelinjang.
Saya fikir tidak usah lama-lama bersensasi, selesaikan saja. Lain kali baru lama. Lihat reaksinya tandanya ingin orgasme, pergerakan pantatku makin cepat serta kencang. Uni meronta-ronta, menarik semua apa yang dapat ditariknya, bantal, seprei. Badanku tidak luput dari tarikannya. Semuanya dikerjakan dengan semakin banyak diam.
Serta mendadak badannya mengejang, “Ahhhhhhhhhhhhhhhh……., ” lolongan panjangnya mengisyaratkan dia menjangkau puncak. Saya percepat kocokanku di atas badannya. Mendadak saya didikejutkan dengan hentakan badannya disertai tangannya yang mendorong badanku. “Jangan keluarin di dalam …. saya sekali lagi subur, ” suaranya tersengal-sengal ditengah gelombang kesenangan yang belum juga mereda.
Kekagetanku hilang sesudah tau reaksinya. “Baik Uni cantik, Andy keluarin di luar ya, ” balasku sembari kembali memasukkan Junior ku yang pernah lepas dari vaginanya karna dorongan yang cukup keras. Kembali kupompa pinggulku. Saya rasa kesempatan ini Uni agak santai. Tapi tetaplah dengan diam tanpa ada banyak reaksi Uni terima enjotanku. Cuma berwajah yang terkadang meringis keenakan.
Serta sampailah waktunya, saat punyaku merasa mulai berkedut-kedut, cepat-cepat kucabut dari vagina Uni serta kugencet batang juniorku sembari menyemprotkan sperma. Kuhitung ada lima kali juniorku meludah. Sekujur badan Uni yang mulus ketumpahan spermaku. Bahkan juga wajahnyapun belepotan cairan putih kental. Serta saya terkulai lemas penuh kesenangan. Kulihat Uni bangkit ambil tisu serta mengusap tubuh dan mukanya.
“Andy…kamu telah memberi apa yang belum juga sempat Uni rasakan, ” kata wanita cantik itu sembari rebahan disampingku.
Dengan kesepakatan Uni, kami menelpon istriku menyampaikan kabar bila batal ke Ancol karna Uni tidak enak tubuh. Walau sebenarnya kami meneruskan skenario cinta yang menyesatkan. Kami masih tetap 3x sekali lagi lakukan persetubuhan. Dalam dua session tersebut begitu terlihat perubahan yang berlangsung sama Uni.
Jika permainan pertama dia banyak diam, permainan ke-2 mulai melawan, permainan ke-3 jadi menguasai, permainan ke-4 jadi buas…. buas…sangat buas. Saya pernah menggunakan kondom agar dapat dengan leluasa menumpahkan sperma waktu punyaku ada di dalam vaginanya.
“Kami sadar ini dosa, tapi dia juga nikmati apa yang belum juga sempat dia rasakan sepanjang bertemumi. Suaminya itu yaitu pilihan orangtua serta selisih 20 th. dengan Uni. Hingga wafat, Uni tidak sempat rasakan kesenangan sexual begini. Sebenarnya Uni masih tetap kepengen nikah sekali lagi tapi tidak sempat ketemu orang yang pas. Mungkin saja tempat Uni jadi kepala sisi buat banyak pria menjauh. ”
Uni mencium keningku lantas tertidur dengan nyenyak.
Kutuntun tangannya serta sekonyong-konyong setan mendorongku untuk memeluk waktu Uni telah berdiri didepanku. Lama kupeluk erat, Uni diam saja. Mukanya diselusupkan didadaku. Payudaranya yang masih tetap kencang terasanya melekat didadaku. Begitu merasa debar jantungnya. Perlahan-lahan tanganku kuselusupkan ke balik kaos sisi belakang bersamaan dengan ciumanku yang mendarat dibibirnya.
“Jangan Ndy…dosa, ” tuturnya sembari melepas diri dari pelukanku. Tetapi pelukanku tidak ingin melepas badan sintal yang tengah didekapnya. Serta usaha ke-2 Uni telah menyerah. Bibirnya dilewatkan kulumat walaupun masih tetap tanpa ada perlawanan. Kucoba sekali lagi menyelusupkan tangan di balik kaosnya, kesempatan ini sisi depan. Tangan kanan yang menggerayang segera pada sasaran…putting susu samping kiri. Uni menggeliat.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar