Cerita Sex Today

Cerita Sex Indonesia Terbaru , Cerita Sex ABG, Cerita Sex Perawan.


DewaBetting

DewaBetting
Agen Sbobet, Agen Maxbet, Agen Bola Terpercaya

Senin, 12 Maret 2018

Monica, Adikku Yang Pendiam Dan Dia Memiliki Nafsu Yang Besar

Cerita Seks Bergambar, Cerita Sex Dewasa, Cerita Ngentot Terbaru – Cerita Sedarah – Cerita Sex Abg - Cerita panas hubungan sedarah kakak nafsu dengan adiknya, Monica, karena melihat pantat nya yang montok dengan judul “ Monica, Adikku Yang Pendiam Dan Dia Sangat Memiliki Nafsu Yang Besar ” yang tidak kalah serunya dan dijamin dapat meningkatkan libido seks, selamat menikmati.

Monica, Adikku Yang Pendiam Dan Dia Sangat Memiliki Nafsu Yang Besar

Ini merupakan cerita pengalamanku yang berniat saya paparkan untuk pertama kalinya. Sebut saja namaku Fransisco, saya sendiri tinggal di Bandung. Peristiwa yang saya alami ini bila tidak salah ingat, berlangsung saat saya juga akan lulus SMA pada tahun 2015.

Benar-benar terlebih dulu saya tidak menganggap kalau saya juga akan meniduri adikku sendiri yang bernama Monica. Dia termasuk juga anak yang rajin, sebab dia yang memasak serta membersihkan baju keseharian. Ibuku yaitu seseorang pedagang kelontong di pasar, sedang ayahku telah lama wafat. Tak tahu kenapa Ibu tidak punya niat untuk menikah sekali lagi.

Baiklah, saya juga akan mulai bercerita pengalaman seks dengan adikku ini. Peristiwanya saat itu saya baru pulang dari tempat tinggal rekanku Markus pada siang hari, saat hingga dirumah saya merasakan adikku tengah asik melihat serial telenovela di satu diantara TV swasta. saya juga segera buat kopi, merokok sambil berbaring di sofa.

Waktu itu serial itu tengah menghadirkan satu diantara adegan ciuman yang cuma sebentar karna segera terpotong oleh iklan. Sesudah lihat adegan itu saya melihat pada adikku yang nyatanya tersipu malu karna ketahuan sudah lihat adegan barusan.

“Pantesan kerasan nonton film gituan” ujarku.
“Ih, apaan sih” cetusnya sembari tersipu malu.

Sebagian menit lalu serial itu usai jam tayangnya, serta adikku segera pergi ke WC. Kudengar dari aktifitasnya, rupanya dia tengah membersihkan piring. Karna acara di tv tak ada yang seru, jadi saya juga mematikan TV itu serta kemudian saya ke WC untuk buang air kecil. Mataku segera tertuju pada belahan pantat adikku yang tengah berjongkok karna membersihkan piring.

“Monica, minggir dahulu sebentar pingin pipis nih” sahutku tidak kuat menahan.

Sesudah saya usai buang air kecil, fikiranku senantiasa terbayang pada bongkahan pantat adikku Monica. Saya sendiri semula tidak ingin melakukan perbuatan beberapa macam karna kupikir dia yaitu adikku sendiri, terlebih adikku ini orangnya lugu serta pendiam. Namun basic setan sudah menggoyahkan fikiranku, jadi saya berfikir bagaimana langkahnya supaya bisa mencumbu adikku ini.

Saya sering mengambil pandang lihat adikku yang tengah membersihkan, serta tak tahu kenapa saya tidak tahu, saya segera saja jalan hampiri adikku serta memeluk badannya dari belakang sembari mencium tengkuknya. Memperoleh serangan yang mendadak itu adikku cuma dapat menjerit terperanjat serta berupaya melepas diri dari dekapanku.

Saya sendiri lantas tersadar. Astaga, apa yang sudah saya kerjakan pada adikku. Saya malu dibuatnya, serta kulihat adikku tengah menangis sesenggukan serta lantas dia lari ke kamarnya. Lihat hal tersebut saya segera menguber ke kamarnya. Sebelumnya dia tutup pintu saya telah sukses turut masuk serta berusaha untuk menerangkan tentang momen barusan.

“Maafkan.. Aa monica, Aa barusan salah”
“Terus jelas, Aa tidak tahu mengapa dapat sampai begitu”
Adikku cuma dapat menangis sembari telungkup ditempat tidurnya. Saya mendekati dia serta duduk di pinggir ranjang.
“monica, maafin Aa yah. Janganlah dilaporin sama Ibu” kataku agak takut.
“Aa jahat” jawab adikku sembari menangis.

“Monica maafin Aa. Aa melakukan perbuatan sekian barusan karna Aa tidak berniat saksikan belahan pantat anda, jadinya Aa nafsu, lagian kan Aa telah satu minggu ini putus ama Teh Dewi” kataku.
“Apa hubungan putus ama Teh Dewi dengan meluk Monica” jawab adikku sekali lagi.
“Yah, Aa tidak kuat saja pingin bercumbu”
“Kenapa sama Monica” jawabnya.

Kemudian saya tidak dapat bicara sekali lagi sampai kondisi di kamar adikku demikian sunyi karna kami cuma terdiam. Serta rupanya diluar mulai terdengar gemericik air hujan. Di dalam kesunyian itu lantas saya berusaha untuk memecah keheningan itu.

“Monica, biarin atuh Aa meluk anda, kan tidak juga akan ada yang saksikan ini” Adikku tidak menjawab cuma dapat diam, ketahui hal tersebut saya coba membalikkan badannya serta kuajak bicara.
“Monica, lagian kan Monica pingin ciuman seperti di film barusan kan? ” bujukku.
“Tapi Aa, kita kan adik kakak? ” jawabnya.
“Nggak apa-apa atuh Monica, sekalian ini mah belajar, agar entar jika pacaran tidak canggung”

Tak tahu kenapa sesudah saya bicara demikian dia jadi terdiam. Wah dapat nih, gumanku dalam hati sampai saya juga tidak buang peluang ini. Saya berusaha untuk turut berbaring dengannya serta berusaha untuk mencapai pinggangnya. Saya mesti mengerjakannya dengan perlahan-lahan. Belum juga pernah saya berfikir, Monica lantas berkata..

“Aa, Monica takut”
“Takut mengapa, Say? ” tanyaku.
“Ih, meuni geuleh, panggil Say segala” tuturnya.
“Hehehe, takut ama siapa? Ama Aa? Aa mah tidak bakalan gigit kok”, rayuku.
“Bukan takut ama Aa, tapi takut ketahuan Ibu” jawabnya.

Sesudah mendengar perkataannya, saya bukannya berikan argumen tetapi bibirku segera mendarat di bibir ranum adikku yang satu ini. Memperoleh perlakuanku sesuai sama itu, terlihat kulihat adikku terperanjat sekali, karna baru pertama kalinya bibir yang seksi tanpa ada lipstick ini dicumbu oleh seseorang lelaki yang tidak beda yaitu kakaknya sendiri. Adikku juga segera berusaha untuk menggeserkan badannya ke belakang. Namun saya berusaha untuk menarik serta mendekapkan lebih erat kedalam pelukanku.

“Mmhh, mmhh.., Aa telah dong” pintanya. Saya hentikan pagutanku, serta saat ini kupandangi muka adikku serta rasa-rasanya saya begitu senang walau saya cuma sukses nikmati bibir adikku yang demikian merah serta tidak tebal ini.

“Monica, terima kasih yah, anda demikian pengertian ama Aa” kataku.
“Kalau saja Monica bukanlah adik Aa, telah juga akan Aa.. ” belum juga pernah saya habis bicara..
“Udah juga akan Aa apain” bisiknya sembari tersenyum. Saya makin geregetan saja dibuatnya lihat muka cantik serta polos adikku ini.

“Udah juga akan Aa jadiin pacar atuh. Eh Monica, Monica ingin kan jadi pacar Aa”, tanyaku sekali lagi.
Mendengar hal sekian adikku lantas terdiam serta sebagian waktu lalu ia bicara..
“Tapi pacarannya tidak beneran kan” Tuturnya sedikit sangsi.
“Ya tidak atuh Say, kita pacarannya jika dirumah saja serta ini rahasia kita berdua saja, jangan pernah teman anda tau, terlebih sama Ibu” jawabku meyakinkannya.

Kemudian kulihat jam dinding yang nyatanya telah memberikan jam 4 sore.
“Udah jam 4 tuch, sebentar sekali lagi Ibu pulang. Aa mandi dahulu yah”, kataku lalu.

Jadi saya juga bangkit serta selekasnya pergi meninggalkan kamar adikku. Sesudah peristiwa barusan siang saya pernah tidak mengerti, benarkah yang saya alami barusan. Di dalam lamunanku, saya dikagetkan oleh nada Ibuku.

“Hayoo ngelamun saja, Monica mana telah pada makan belum juga? ” kata Ibuku.
“Ada tuch, memang bawa apaan tuch Bu? ” saya lihat Ibuku membawa bungkusan.

Sesudah saya saksikan nyatanya Ibu beli bakso, lalu Ibuku memangil monica serta kami bersama memakan Bakso itu. Untungnya sesudah peristiwa barusan siang kami bisa berlaku lumrah, seakan tidak berlangsung apa-apa hingga Ibuku tidak berprasangka buruk sedikit juga.

Malamnya saya pernah termenung di kamar serta mulai berencana suatu hal, kelak subuh sesudah Ibu pergi ke pasar saya menginginkan sekali mengulangi percumbuan dengan adikku sekalian menginginkan tidur sembari mendekap badan adikku yang montok. Keesokannya rupanya setan sudah menguasaiku hingga saya terbangun saat Ibu berpamitan pada adikku sembari menyuruhnya untuk mengunci pintu depan. Kemudian saya mendekati adikku yang juga akan bergegas masuk kamar kembali.

“Ehmm, ehmm, bebas nih”, ujarku.

Adikku orangnya sedikit bicara. Ketahui keberadaanku dia seakan tahu apa yang menginginkan saya kerjakan, namun dia tidak bicara sepatah kata juga. Karna saya telah tidak kuat sekali lagi menahan nafsu, jadi saya segera melabrak adikku, memeluk badan adikku yang tengah membelakangiku. Kesempatan ini dia diam saja pada saat saya memeluk serta menciumi tengkuknya.

Dinginnya udara subuh itu tidak merasa sekali lagi karna kehangatan badan adikku sudah menaklukkan udara dingin kamar ini. Kontolku yang mulai ngaceng saya gesek-gesekkan pas di bongkahan pantatnya.

“Say, Aa pingin bobo disini bisa kan? ” pintaku.
“Idih, Aa genit ah, janganlah Aa, entar.. ”
“Entar kenapa? ” timpalku.

Belum juga pernah dia bicara sekali lagi, saya segera membalikkan badannya serta segera saya pagut bibir yang sudah mulai sejak barusan siang buat fikiranku melayang-layang. Saya lalu segera mendorongnya ke arah dinding serta menekan hangat badannya supaya menempel erat dengan badanku. Saya berusaha untuk membuka dasternya serta kucoba untuk meraba paha serta pantatnya.

Meskipun dia menyongsong ciumanku, namun tangannya berupaya untuk menghindar apa yang tengah kulakukan. Namun saya tersadar kalau ciumannya kesempatan ini beda dari pada yang barusan siang, ciuman ini merasa lebih hot serta mengairahkan karna kurasakan adikku saat ini juga menikmatinya serta coba menggerakkan lidahnya untuk menari dengan lidahku.

Saya tertegun karna nyatanya diam-diam adikku juga mempunyai nafsu yang demikian besar, atau mungkin saja juga ini karna sampai kini adikku belum juga sempat rasakan enaknya bercumbu dengan lawan type.

Saat ini tanpa ada sangsi sekali lagi saya mulai berusaha untuk menyelinapkan tanganku untuk kembali meraba pahanya sampai badanku merasa berdebar-debar serta denyut nadiku merasa amat cepat, karna ini yaitu untuk pertama kalinya saya meraba paha wanita. Terlebih dulu dengan pacarku saya belum juga sempat lakukan ini, karna Dewi pacarku seringkali menggunakan celana jeans. Dengan Dewi kami cuma hanya berciuman.

Saat ini yang ada pada fikiranku hanya satu, yakni saya menginginkan sekali meraba, nikmati yang namanya heunceut (vagina dalam bhs Sunda) wanita sampai saya mulai mengarahkan jemariku untuk menyelusup diantara bebrapa bagian celana dalamnya.

Belum juga sempat juga menyisipkan jariku diantara heunceutnya, Monica melepas pagutannya serta mulutnya seperti ikan mas koki yang megap-megap serta memeluk erat badanku lalu menyilangkan ke-2 kakinya diantara pantatku sembari menekan-nekan pinggulnya dengan kuat. Nyatanya Monica sudah alami orgasme.

“Aa.. aah, eghh, eghh” rintih Monica yang disertai dengan hentakan pinggulnya.

Sebentar kemudian MOnica menjatuhkan kepalanya diatas bahuku. Saya belai rambutnya karna saya juga begitu menyayanginya, lalu saya bopong badan yang sudah lunglai ini ke atas tempat tidur serta kukecup keningnya.

“Gimana Sayang, enak? ” bisikku. Saya cuma dapat lihat muka memerah adikku ini yang malu serta tersipu, selintas kulihat muka adikku ini manisnya seperti Nafa Urbach.
“Gimana rasa-rasanya, Sayang? ” tanyaku sekali lagi.
“Aa, yang barusan apa itu yang namanya orgasme? ” Eh, jadi ubah ajukan pertanyaan adikku tersayang ini.
“Iya Sayang, bagaimana, enak? ” jawabku sembari ajukan pertanyaan sekali lagi.
“He-eh, enakk banget” jawabnya sembari tersipu.

Tak tahu kenapa untuk lihat kebahagian di berwajah, saya saat ini cuma menginginkan memandangi berwajah serta tidak terpikir sekali lagi untuk meneruskan aksiku untuk mengarungi lembah belukar yang ada di kemaluannya sampai tidak lama kemudian karna kulihat matanya yang mulai sayu serta mengantuk karena orgasme barusan jadi saya mengajaknya untuk tidur. Kami juga selalu tertidur dengan tempat sama-sama berpelukan serta kakiku kusilangkan diantara ke-2 pahanya.

Hangat badan adikku kurasakan demikian sangat nikmat. Yang ada pada fikiranku yaitu begitu enaknya bila saya menikah kelak, layak saja di zaman saat ini banyak yang kawin tak tahu itu telah resmi atau belum juga. Tanpa ada merasa saya juga sadar serta terbangun dari tidurku, serta kulihat jam di kamar adikku sudah tunjukkan jam 9 lewat serta adikku belum bangun dari tidurnya. Wah kritis, bermakna dia hari ini tidak sekolah, fikirku.

“Monica, bangun anda tidak sekolah? ” tanyaku membangunkannya.

Monica juga mulai terbangun serta matanya segera tertuju pada pukul dinding. Dia terperanjat karna saat sudah berlalu demikian cepat, hingga dia sadar kalau hari inilah mustahil sekali lagi pergi ke sekolah.

“Aahh, Aa jahat mengapa tidak ngebangunin Monica” rajuknya manja.
“Gimana ingin ngebangunin, Aa juga baru bangun” kataku membela diri.
“Gimana dong jika Ibu tahu, Monica bisa dimarahin nih, ini semuanya dikarenakan Aa”
“Loo kok Aa yang disalahin sich, lagian Ibu tidak bakalan tahu bila Aa tidak ngomongin kan” jawabku untuk menghiburnya.
“Bener yah, Monica janganlah dibilangin bila hari ini bolos”
“Iyaa, iyaa” jawabku.

Tak tahu kenapa mendadak terlintas di fikiranku untuk mandi bareng. Wah ini peluang emas, argumen tidak memberitahukan Ibu kalau dia tidak masuk sekolah dapat kujadikan senjata supaya saya dapat mandi dengan adikku.

“Eh, ada tapinya loh, Aa tidak bakalan katakan ama Ibu asal Monica ingin mandi bareng ama Aa” kataku sembari mengedipkan mata.
“Nggak ingin. Aa jahat, lagian telah gede kan malu masak ingin mandi saja harus barengan”
“Ya telah jika tidak mau sich terserah” ancamku.
Singkat narasi karna saya paksa serta dia tidak mau ketahuan oleh Ibu jadi adikku menyepakatinya.

“Tapi Aa janganlah macem-macem yah” pintanya.
“Emangnya jika macem-macem bagaimana? ” tanyaku.
“Pokoknya tidak mau, mendingan biarin ketahuan Ibu, lagian juga itu kan dikarenakan Aa, Monica bilangin Aa telah ciumin Monica” balasnya meneror balik.

Bila kupikir-pikir nyatanya benar juga, dapat berabe masalahnya, seseorang kakak bukannya melindungi adik dari tingkah nakal lelaki beda, eh jadi kakaknya sendiri yang nakal. Jadi untuk memperlancar hasratku untuk dapat mandi dengannya, saya juga menyepakatinya.

Kami berdua pada akhirnya bangun dari tidur serta sesudah berbenah kamar, kami berdua juga pergi menuju kamar mandi. Sesampai di kamar mandi kami cuma sama-sama diam serta kulihat adikku agak sangsi untuk melepas bajunya.

“Aa balik dahulu ke belakang, monica malu nih” pintanya.
“Apa tidak baiknya Aa yang bukain miliki monica, serta monica bukain miliki Aa”

Tanpa ada fikir panjang saya hampiri adikku serta saya cium bibirnya. Supaya dia tidak malu serta canggung untuk buka bajunya, saya genggam tangannya serta saya tuntun untuk buka bajuku. Tanpa ada dikomando dia buka bajuku kemudian kutuntun sekali lagi untuk buka celana basket yang saya gunakan.

Sesudah kondisiku bugil serta cuma menggunakan celana dalam saja kulihat adikku tegang, kadang-kadang dia melirik ke arah selangkanganku di mana kontolku telah dalam kondisi siaga satu. Saat ini giliranku melepaskan daster yang ia gunakan.

Demikian saya buka, saya terbeliak dibuatnya karna nyatanya badan adikku demikian bohai (body aduhai). Dia lantas berupaya menutupi selangkangannya. Lantas dengan berniat kucolek payudaranya sampai adikku melotot serta menutupinya. Lalu saya juga balik mencolek memeknya, hehehe..

“Idihh, Aa tidak jadi ah mandinya, malu”, rajuknya.

Adikku lantas ambil handuk serta melilitkan handuk itu lalu mengambil langkah keluar kamar mandi, namun karna saya tidak ingin peluang emas ini kabur jadi saya pegang tangannya serta selalu saya peluk sembari kukecup bibirnya, karna nyatanya adikku begitu terasa nyaman apabila bibirnya saya cium.

Saya lantas menarik handuknya sampai lepas serta jatuh ke lantai, serta saya pepet badannya ke arah bak air lantas gayung kuambil serta segera kusiramkan ke badan kami berdua. Rasakan badannya sudah basah oleh siraman air, adikku berupaya untuk melepas ciuman serta tekanan yang saya kerjakan, tapi usahanya percuma karna saya makin bernafsu menyirami badan kami sembari kontolku saya tekan-tekan ke arah selangkangannya.

Sesudah badan kami betul-betul basah, saya seperti kemasukan setan. Terkecuali menyedot bibirnya dengan ganas saya juga segera berusaha untuk melepas celananya. Sesudah celana dalamnya lepas dari sarangnya sampai ke pinggir lutut, saya juga menariknya ke bawah dengan kakiku sampai betul-betul lepas. Sadar kalau saya juga akan melakukan perbuatan nekat, Monica makin berupaya untuk melepas badannya. Sebelumnya usahanya membawa hasil saya melepas pagutannya.

“Aa, stop please” rengeknya sembari menangis.
“Monica, tolong Aa dong. Monica barusan subuh kan telah ngalami orgasme, Aa belum juga.. ” pintaku.

Serta tanpa ada menanti saat sekali lagi di waktu tenaganya melemah, saya kangkangkan pahanya sembari kukecup bibirnya kembali hingga dia tidak dapat menampiknya. Di waktu itu saya mencapai burungku dari CD-ku serta coba mencari sarang yang telah lama ini menginginkan kurasakan.

Dalam waktu relatif cepat kontolku telah ada pas di celah pintu heunceut adikku, serta siap untuk selekasnya menjebol keperawanannya. Terasa sudah pas tujuan jadi saya juga menghentakkan pinggulku. Serta saya seperti betul-betul rasakan suatu hal yang baru serta nikmat menempa semua organ badanku serta kudengar adikku meringis kesakitan tapi tidak berupaya untuk menjerit.

Lihat hal tersebut saya berusaha untuk mengontrol diriku serta coba menentramkan perasaan yang membuatku makin tidak karuan, karna saya terasa diriku dalam kondisi kacau namun nikmat sampai susah untuk di jabarkan dengan kalimat.

Saya coba cuma membenamkan penisku untuk sebagian waktu, karna saya tidak kuasa lihat penderitaan yang adikku rasakan. Saat ini pandangan saya alihkan pada ke-2 payudara adikku yang masih tetap diselimuti BH-nya. Saya berusaha untuk melepaskannya tapi memperoleh kesusahan karna belum juga sempat meskipun saya membukanya sampai saya cuma dapat menarik BH yang menutupi payudara adikku dengan menariknya ke atas serta mendadak dua bongkah surabi daging yang kenyal menyembul sesudah BH itu saya tarik.



Lihat keindahan payudara adikku yang mengkal serta putingnya yang bersemu coklat kemerahan, saya juga tidak kuasa untuk selekasnya menjilat serta menyedotnya senikmat mungkin saja.

“Aa, ahh, sakit” rintih adikku.

Bersamaan dengan kumainkannya ke-2 buah payudara adikku silih bertukar jadi saat ini saya juga berusaha untuk menggerakkan pinggulku maju mundur, walaupun saya juga rasakan perih karna demikian sempitnya lubang heunceut adikku ini. Tubuh kami saat ini bergumul keduanya serta saat ini adikku juga mulai nikmati apa yang saya kerjakan. Itu bisa saya saksikan karna saat ini adikku tak akan meringis namun dia cuma keluarkan nada mendesah.

“Eenngghh, acchh, enngg, aacchh”
“Gimana, enakk? ” saya coba meyakinkan perasaan adikku.

Dia tidak menjawab bahkan juga saat ini malah tangannya mencapai kepalaku serta memapahnya kembali mencium mulutnya. Karna saya tidak mau egois jadi saya juga menuruti kehendaknya. Saya kulum bibirnya serta lidah kami juga turut berpelukan nikmati sensasi yang tidak ada tara ini.

Tanganku kugunakan untuk meremas payudaranya. Hilang ingatan, kesenangan ini benar-benar mengagumkan, saat ini saya juga berusaha untuk menirukan beberapa style di film BF yang sempat kulihat. Adikku kuminta menungging serta tangannya memegang bak mandi.

Saya berbalik arah serta berusaha untuk selekasnya memasukan kembali kontolku kedalam memeknya, belum juga pernah kemauan ini terwujud saya selekasnya mengurungkan niatku, karna saat ini saya bisa lihat dengan terang kalau heunceut adikku merekah merah serta begitu indah. Karna gemas saya juga lantas berjongkok serta coba mencermati bentuk heunceut adikku ini sampai saya melongo dibuatnya.

Ketahui saya hingga melongo karna lihat keindahan heunceutnya, adikku bertandingk sedikit genit, dia goyangkan pantatnya bak penyanyi dangdut sembari terkikik cengengesan. Terasa dikerjai oleh adikku dan karna malu, untuk mebalasnya saya segera saja membenamkan wajahku serta kuciumi heunceut adikku ini, sampai kembali dia cuma dapat mendesah..

“Aahh, Aa ingin ngapain.., ochh, enngghh” desahnya sembari ambil nafas panjang.

Mmhh, ssrruupp, cupp, ceepp, nada mulutku menyedot serta menjilati heunceut adikku ini, serta saya cermati ada sisi dari heunceut adikku ini yang aneh, serupa kacang mungkin saja ini yang namanya itil, jadi saya juga berusaha untuk memainkan lidahku di sekitaran benda itu.

“Acchh, Aa, nnggeehh, iihh, uuhh, gelii”, erangnya waktu saya memainkan itilnya itu.

Karna mendengar erangannya yang menggoda saya juga tidak kuasa menahannya serta selekasnya bangkit untuk memeluk adikku serta memasukannya kembali secara cepat kontolku supaya bersemayam pada heunceut adikku ini. Baru sebagian kocokan kontolku di memeknya, adikku seolah blingsatan nikmati kesenangan ini sampai dia juga meracau tidak karuan kemarin..

“Aa, Monica, eenngghh, aahh.. ”

Rupanya adikku barusan alami orgasme yang hebat karna saya rasakan didalam memeknya seperti banjir bandang karna ada semprotan lava hangat yang datang dengan mendadak. Saat ini saya rasakan kesenangan yang beda karna cairan itu seperti pelumas yang memudahkan kocokanku dalam heunceutnya.

Kemudian adikku saat ini lunglai tidak bertenaga, yang ia rasakan cuma nikmati sisa-sisa dari orgasmenya serta seperti pasrah membiarkan badannya saya entot selalu dari belakang. Ketahui hal tersebut saya juga saat ini mengerayangi tiap-tiap lekuk badan adikku sembari selalu mengentotnya, dari mulai mencium rambutnya, mengerjakan payudaranya beberapa hingga saya seperti rasakan ada yang beda dari badanku, ada perasaan seperti kontolku ini menginginkan pipis tapi badan ini merasa bebrapa begitu nikmat.

“Aa, telah.. Aa, Monica telah lemess.. ” kata adikku.
“Tunggu Sayangg, Aa maauu nyampai nih, oohh”

Kurasakan semua badanku seperti tersengat listrik serta suatu hal cairan yang cukup kental saya rasakan menyembur secara cepat isi rahim adikku ini. Sembari nikmati sisa-sisa kesenangan yang mengagumkan ini saya memegang pantat adikku serta saya hentakkan pinggulku dengan keras menolong kontolku untuk menjangkau rongga rahim adikku lebih dalam. Kami berdua saat ini cuma dapat bernafas seperti orang yang barusan berlari-lari menguber bis kota.

Sesudah persetubuhan yang terlarang ini kami juga pada akhirnya mandi, serta kemudian karna badanku lemas jadi saya tiduran di sofa sembari nikmati acara tv serta adikku kulihat kembali lakukan aktifitasnya membereskan tempat tinggal walau badannya tambah lebih lemas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar