Cerita Sex Today

Cerita Sex Indonesia Terbaru , Cerita Sex ABG, Cerita Sex Perawan.


DewaBetting

DewaBetting
Agen Sbobet, Agen Maxbet, Agen Bola Terpercaya

Selasa, 13 Maret 2018

Cerita Sex Today - Anak Puber Belajar Sex

Anak Puber Belajar Sex
Cerita Sex Today - Saya bersekolah diJakarta yang turut saudaraku di sana ada 3 orang anak yang satu seusia denganku serta yang terkahir namanya Lena dia masih tetap SD kelas 6, sesudah satu tahun lebih Lena yang usianya memijak puber, badan Lena makin hari makin bongsor lihat dia menggairahkan nafsuku, karna dia turut muka mamainya yang cantik serta pandai molek

Tiap-tiap pulang sekolah saya senantiasa menyempatkan diri untuk bebrapa bercakap dengan Lena, untuk sekedar memandangnya dari dekat, terlebih payudaranya mulai tampak memiliki bentuk. Saya juga mulai mengincarnya, satu saat saya juga akan mendekatinya, fikirku.

Dihari selanjutnya waktu Lena pulang dari sekolah segera menuju ke kamar tempat cucian-cucian yang belum juga kering, karna dirumah sekali lagi tak ada orang, akupun mengikutinya. Saya berupaya supaya kedatanganku tidak mengagetkannya.

Len…udah pulang..? iya kak, sembari melepas sepatunya.
Awas dong…mau ganti pakaian nih…!  tuturnya memohon.
Iya.. saya keluar deh.. tapi jika telah ubah pakaian bisa masuk sekali lagi ya…!  pintaku kepadanya.
Iya….. boleh… katanya.

Aku masuk ya…!  pintaku dari luar sembari buka pintu. Wow.. seperti bidadari Lena menggunakan daster kecilnya yang bertali satu, jantungku berdegup kencang seolah tidak yakin juga akan pemandangan itu.

Len…kamu cantik sekali gunakan pakaian itu..! ungkapku jujur kepadanya.
Masa sich..!  kata Lena sembari berputar-putar bergaya seperti peragawati.
Aku bisa katakan suatu hal tidak Len…?  tanyaku agak sangsi kepadanya.
Mau katakan apaan sich kak…serius banget deh sepertinya…!  ungkap Lena penasaran.
A.. saya.. bisa peluk anda tidak.., sebentar aja…!  ungkapku membulatkan tekad.
Aku janji tidak ngapa-ngapain…. benar-benar..!  janjiku kepadanya.
Iiih…peluk bagaimana sich.., memang ingin ngapain…, tidak mau ah…!  bantahnya.
Sebentar…. aja…. ya…Len.. ” kembali saya membujuknya, jangan pernah dia jadi takut padaku.
Ya telah cepetan ah…yang beberapa tidak saja sih… katanya agak genit sembari berdiri membelakangiku.

Tidak kusia-siakan saya segera memeluknya diri belakang, tanganku melingkar di badannya yang kecil mulus, serta padat itu, lantas tanganku kuletakkan dibagian perutnya, sembari ku usap-usap dengan perlahan-lahan.

Hilang ingatan.. kontolku segera berdenyut demikian menyentuh pantat Lena yang empuk serta memiliki bentuk sedikit menungging menyentuh ke arah kontolku. Segera saja kugesek-gesekkan bebrapa perlahan di pantatnya itu.

Iiih…. diapain sich tuh…udah…. ah…! seru Lena sembari berupaya melepas pelukanku.

Aku terangsang Len…abis anda cantik sekali Len…!  ungkapku selalu jelas.

Lena juga membalikkan tubuhnya menghadapku, sembari menatapku penuh rasa penasaran.
Anunya bangun ya kak…?  bertanya Lena heran.

Iya Len…aku terangsang sekali… ungkapku sembari mengelus-elus celanaku yang menyembul karna kontolku yang telah tegang.

“Kamu ingin saksikan tidak Len…?  tanyaku kepadanya.
Nggak ah…entar ada orang masuk lho…!  tuturnya polos.

“Kita kunci saja dahulu pintu gerbangnya ya…! ” ungkapku, sembari beranjak mengunci pintu gerbang depan.

Sesaat Lena menungguku dengan sedikit salah tingkah di kamar itu.

Sekembali mengunci pintu gerbang depan, kulihat Lena masih tetap di kamar itu menanti dengan malu-malu, tapi juga penasaran.

“Ya telah saya buka ya…..? ” ungkapku sembari turunkan celana pendekku bebrapa perlahan.
Kulihat Lena mengbuang muka pura-pura malu tapi matanya sedikit melirik mengambil pandang ke arah kontolku yang telah kembali ngaceng.

“Nih lihat…. cepetan mumpung tidak ada orang…! ” ungkapku pada Lena sembari kuelus-elus kontolku di depannya. Lena juga memandangnya dengan tersipu-sipu.

”Iiih ngapain sih…. Malu tahu…! ” katanya pura-pura.
“Ngapain malu Len…kan sudah tidak ada orang…” kataku berdebar-debar.

“Mau pegang nggak….? ” Ungkapku sembari menarik tangan Lena kutempelkan ke arah kontolku. Terlihat muka Lena mulai memerah karna malu, tapi penasaran. Tetap dalam pegangan tanganku, tangan Lena kugenggamkan pada batang kontolku yang telah ngaceng itu, berniat ku usap-usapkan pada kontolku, dia juga mulai berani lihat ke arah kontolku.

“Iiiih…takut ah…gede banget sih…! ” katanya, sembari mulai mengusap-ngusap kontolku, tanpa ada bimbinganku sekali lagi.

“Aaaah…ooouw…. selalu Len…enak banget…! ” saya mulai merintih. Sesaat Lena sesuai sama permintaanku selalu menggenggam kontolku sembari kadang-kadang mengusap-usapkan tangannya turun naik pada batang kontolku, rasa penasarannya makin jadi lihat kontolku yang telah ngaceng itu.

“Aku bisa pegang-pegang anda tidak Len…? ” ungkapku sembari mulai mengusap-usap lengan Lena, lantas berubah mengusap-usap punggungnya, hingga pada akhirnya ku usap-usap serta kuremas-remas pantatnya dengan lembut.

Lena tampak bingung atas tingkahku itu, di belum juga tahu apa arti dari tindakanku terhadapnya itu, dengan begitu hati-hati rabaan tanganku juga mulai keseluruh sisi badannya, hingga kadang-kadang Lena menggelinjang kegelian, saya berupaya tidak untuk tampak kasar olehnya, supaya dia tidak kapok serta tidak bercerita tingkahku itu pada orang tuanya.

“Gimana Len…….? ” ungkapku kepadanya.
“Gimana apanya…! ” jawab Lena polos.

Saya kembali berdiri serta memeluk Lena dari belakang, sesaat celanaku telah jatuh turun ke lantai, sekalian saja kulepas. Lena juga diam saja waktu saya memeluknya, sentuhan lembut kontolku pada daster mini warna bunga-bunga merah yang digunakan Lena membuatku makin bernafsu kepadanya. akupun selalu menggesek-gesekkan batang kontolku diatas pantatnya itu. Sesaat tangan Lena selalu menggenggam batang kontolku yang melekat di pantatnya, kadang-kadang dia mengocoknya bebrapa perlahan.

Selang beberapa saat perlahan-lahan kuangkat daster tidak tebal Lena yang menutupi sisi pantatnya itu, lantas dengan hati-hati kutempelkan batang kontolku di atas pantat Lena yg tidak ditutupi oleh daster tipinya sekali lagi, Himpunan Narasi Dewasa.

“Len…. buka ya celana dalamnya….! ” pintaku perlahan, sembari membelai rambutnya yang terurai hanya bahunya itu.

“Eeeh…. ingin ngapain sih…. pakai di buka segala…? ” tanyanya bingung.

“Nggak apa-apa nanti juga anda tahu… Lena tenang aja…! ” bujukku kepadanya supaya dia berlaku tenang, sembari perlahan saya turunkan celana dalam Lena.

“Tuh kan….. malu…masa tidak pakai celana dalam sih…! ” katanya merengek padaku.

“Udah tidak apa-apa…. kan tidak ada siapapun juga..! ” saya menenangkannya.

“Kamu kan telah pegang punyaku…sekarang saya pegang punyamu ya…Len..? ” pintaku kepadanya, sembari mulai ku usap-usap memeknya yang masih tetap bersih tanpa ada bulu itu.

“Ah.. uda dong…geli nih…” ungkap Lena, waktu tanganku mengusap-usap selangkangan serta memeknya.

“Ya udah…. punyaku saja yang ditempelin deket punyamu ya..! ” ungkapku sembari tempelkan batang kontolku ditengahnya selangkangan Lena pas di atas lubang memeknya. Pelan-pelan kugesek-gesekkan batang kontolku itu di belahan memek Lena.

Lama kelamaan memek Lena mulai basah, makin licin merasa pada gesekkan batang kontolku di belahan memek Lena, nafsu birahiku makin tinggi, darahku rasa-rasanya mengalir cepat keseluruh badanku, bersamaan dengan detak jantungku yang semakin cepat.

Tetap dalam tempat membelakangiku, saya memohon Lena membungkukkan tubuhnya ke depan supaya saya lebih leluasa tempelkan batang kontolku di tengahnya selangkangannya. Lena juga menuruti permintaanku tanpa ada rasa takut sedikitpun, rupanya kelembutan belaianku mulai sejak barusan serta semua permintaanku yang disampaikan dengan hati-hati tanpa ada paksaan terhadapnya, memberikan keyakinan Lena kalau saya mustahil menyakitinya.

“Terus kita ingin ngapain nih…? ” ungkap Lena heran sembari menunggingkan pantatnya persis kearah kontolku yang tegang mengagumkan. Kutarik daster minimnya lantas kukocok-kocokkan pada batang kontolku yang telah basah oleh cairan memek Lena barusan. Lalu saya input kembali batang kontolku ketengah-tengah selangkangan Lena, melekat pas pada belahan memek Lena, mulai kugesek-gesekan dengan teratur, cairan memek Lena juga makin membasahi batang kontolku.

“Aaah…Len…enaaaak…. bangeet…! ” saya merintih nikmat.
”Apa sich rasanya…. memang enak…ya…? ” bertanya Lena, heran.
“Iya…Len…rapetin kakinya ya…! ” pintaku kepadanya supaya merapatkan ke-2 pahanya.

Waw enaknya, kontolku terjepit di sela-sela selangkangan Lena. Saya selalu menggenjot kontolku disela-sela selangkangannya, sembari kadang-kadang kusentuh-sentuhkan ke belahan memeknya yang telah basah.

“Ah geli nih…. telah belum juga sih…jangan lama-lama dong…! ” pinta Lena tidak tahu adegan ini mesti selesai bagaimana.

“Iya…Len… sebentar sekali lagi ya…! ” ungkapku sembari percepat genjotanku, tanganku meremas pantat Lena dengan penuh nafsu.

Mendadak merasa dorongan hebat pada batang kontolku seolah satu gunung yang juga akan memuntahkan lahar panasnya.

“Aaaaakh…aaaoww…Leenn…aku ingin keluaarr…crottt…crott…crottt.. oouhh…! ” air maniku muncrat serta tumpah diselangkangan Lena, beberapa menyemprot di belahan memeknya.

“Iiiih…. jadi basah.. nih…! ” ungkap Lena sembari menyeka air maniku diselangkangannya.
“Hangat…licin…ya…? ” katanya sembari malu-malu.
“Apaan sich ini…. namanya..? ” Lena ajukan pertanyaan padaku.
”Hmm…itu namanya air mani…Len…! ” jelasku kepadanya.

Dipegangnya air mani yang berceceran di pahanya, lantas dia cium baunya, sembari tersenyum. Saya juga memandang Lena sembari lihat reaksinya sesudah lihat tingkahku kepadanya itu. Tapi untunglah Lena tidak kaget atas tingkahku itu, hanya sedikit rasa menginginkan tahu saja yang tampak dari sikapnya itu.

Saya benar-benar mujur dengan kondisi dirumah itu sore itu yang sudah memberiku peluang untuk mendekati Lena gadis kecil yang cantik, Himpunan Narasi Dewasa Terbaru.

Lenapun turunkan daster mininya sembari mengusapkannya ke selangkangannya yang belepotan dengan air maniku, lantas dipakainya kembali celana dalamnya yang kulepas barusan.

“Len…makasih ya…udah ingin pegang punyaku tadi…! ” ungkapku pada Lena yang masih tetap terheran-heran atas tingkahku barusan.

“Kamu tidak geramkan bila besok-besok saya ingin begini sekali lagi..? ” pintaku pada Lena.
“Iya…nggak apa-apa…asal janganlah sekali lagi ada orang saja.. kan malu…! ” ungkap Lena polos.

Kemudian Lena juga bergegas ambil tas sekolahnya berlalu kedalam kamarnya, saya betul-betul terasa senang dengan kepolosannya barusan, pokoknya kelak saya juga akan rayu dia untuk sesuai sama itu sekali lagi, bila butuh kuajari yang lebih dari itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar